Lean adalah sebuah upaya perbaikan yang dilakukan terus-menerus (upaya peningkatan berkelanjutan) dengan tujuan untuk:

  1. menghilangkan pemborosan (limbah),dan
  2. meningkatkan nilai tambah (nilai tambah) produk (barang danfatau jasa)
  3. agar memberikan nilai bagi pelanggan(nilai pelanggan). 

Kamus APICS (2005) membahas Lean sebagai filosofi bisnis yang berlandaskan pada:

  1. minimasi penggunaan sumber daya (termasuk waktu) dalam berbagai aktivitas perusahaan, melalui
  2. peningkatan dan peningkatan terus-menerus yang mengarah pada perubahan dan menghilangkan aktivitas-aktivitas yang tidak ditambahkan (kegiatan yang tidak menambah nilai) dalam desain, produksi (untuk bidang manufaktur) atau operasi (untuk bidang jasa), manajemen rantai pasokan, yang terkait langsung dengan pelanggan.

Bidang Penerapan Lean

Lean sendiri memiliki beberapa bidang penerapan, diantaranya adalah:

  1. Lean yang diterapkan pada seluruh perusahaan disebut Lean Enterprise.
  2. Jika Lean diterapkan pada manufaktur disebut Lean Manufacturing.
  3. Jika Lean diterapkan dalam bidang layanan yang disebut Lean Layanan.
  4. Jika Lean diterapkan dalam fungsi-fungsi: desain/pengembangan, entri pesanan, akuntansi, keuangan, teknik, penjualan / markeiing, produksi, administrasi, kantor, hal-hal tersebut akan disebut sebagai: Desain atau Pengembangan Lean, Pengembangan Pesanan Lean, Lean Accounting, Lean Engineering, Lean Finance, Lean Sales atau Marketing, Lean Production, Lean Administration dan juga Lean Office.
  5. Jika Lean diterapkan pada bank yang disebut Lean Banking, Lean dalam bidang ritel disebut Lean Retailing, Lean dalam bidang pemerintahan disebut Lean Government, dll.

Lima Prinsip Dasar Lean

Lean juga terdiri dari lima prinsip dasar, diantaranya adalah:

  1. Mengidentifikasi nilai produk (barang dan atapun atau jasa) dengan berdasarkan perspektif dari pelanggan, yang di mana pelanggan menginginkan produk (barang dan atapun atau jasa) dengan kualitas superior, dengan harga yang terbilang kompetitif pada penyerahan yang tepat waktu (Perlu juga untuk diingat prinsip: Q= Quality, C= Cost, dan D= Delivery) .
  2. Mengidentifikasi value stream process mapping atau disebut juga dengan pemetaan proses pada value stream, untuk masing-masing produk (barang dan ataupun atau jasa). Sebagai Catatan: kebanyakan manajemen perusahaan industri yang berada di Indonesia hanyalah melakukan pemetaan proses bisnis ataupun juga proses kerja, bukan melakukan pemetaan proses produk. Hal ini yang tentunya sangat berbeda dari pendekatan Lean.
  3. Menghilangkan berbagai macam pemborosan yang tidak memiki nilai tambah dari semua aktivitas dari sepanjang proses value stream tersebut.
  4. Mengorganisasikan supaya material, informasi, dan juga produk tersebut mengalir secara lancar dan juga efisien sepanjang proses value stream dengan memakai sistem tarik (pull system).
  5. Mencari secara terus menerus dengan menggunakan berbagai teknik dan juga alat-alat peningkatan (improvement tools and techniques) untuk bisa mencapai keunggulan (excellence) serta juga peningkatan terus menerus (continuous improvement)

Konsep Dasar Six Sigma

Six Sigma adalah suatu upaya terus – menerus (continuous improvement efforts) untuk:

  1. menurunkan variasi dari proses, agar
    meningkatkan kapabilitas proses, dalam menghasilkan produk (barang dan/atau jasa) yang,
  2. bebas kesalahan zero defects = target minimum 3,4 DPMO (Defeets Per Million Opportunities),
  3. untuk memberikan nilai kepada pelanggan (customer value).

Konsep Dasar Lean Six Sigma

  1. Lean Six Sigma yang merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemis dan sistematis:
  2. untuk mengidentifikasi, dan juga untuk bisa menghilangkan pemborosan (waste) ataupun juga aktivitas-aktivitas yang sama sekali tidak memiliki nilai tambah (non-value-added activities);
  3. melalui peningkatan terus-menerus radikal (radical continuous improve ment) untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma (kapabilitas proses 6-sigma),
  4. dengan memakai cara mengalirkan produk (material, work-in-process, output) dan juga informasi dengan memakai sistem tarik (pull system) dari pelanggan internal serta eksternal,
  5. untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan hanya dengan mem produksi 3,4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi (3,4 DPMO) .