Lean Six Sigma membutuhkan kepemimpinan organisasi yang kuat disertai dengan Corporate Master Improvement Story yang SMART (Specific, Measurable, Actionable/Achievable, Relevant to Business Goals & Objectives and Results Oriented, and Time-bound/Timely).

Beberapa pengertian tentang kepemimpinan Lean Six Sigma, adalah :

  • Kepemimpinan (Leadership) adalah proses di mana seseorang atau sekelompok orang (tim) memainkan pengaruh atas orang (tim) lain, menginspirasikan, memotivasi, dan mengarahkan aktivitas mereka untuk mencapai sasaran dan tujuan Lean Six Sigma. Dalam mana jemen Lean Six Sigma sasaran utama dan target-target harus dicantum kan dalam Corporate Master Improvement Story.
  • Kepemimpinan adalah kemampuan positif memengaruhi orang dan sistem untuk memberikan dampak yang berguna dan mencapai hasil hasil yang diinginkan oleh manajemen Lean Six Sigma.
  • Kepemimpinan efektif akan meningkatkan kemampuan dan keunggulan organisasi yang menerapkan sistem manajemen Lean Six Sigma untuk memberikan inovasi nilai secara terus – menerus kepada pasar dan/atau pelanggan.
  • Kepemimpinan terdiri atas kepemimpinan diri (self leadership), kepemimpinan tim (team leadership), dan kepemimpinan organisasi (organizational leadership).

Tanggung jawab kepemimpinan organisasi Lean Six Sigma (Lean Six Sigma organizational leadership), kepemimpinan tim peningkatan kualitas (quality improvement team = QIT), dan kepemimpinan individu berkualitas (total quality person = TQP)

Kepemimpinan Manajemen Organisasi

  • Pemahaman dan pemuasan kebutuhan pelanggan, pemegang saham, karyawan, dan stakeholders lainnya melalui mengembangkan visi, misi, sasaran, tujuan, dan target yang dicantum kan dalam Master Improvement Story dan dikomunikasikan secara visual ke seluruh organisasi.
  • Pengukuran, analisis, dan peninjauan-ulang (review) hasil-hasil kinerja
  • Verifikasi status Master Improvement Story dengan data pembanding
  • Pengidentifikasian kesempatan-kesempatan untuk peningkatan kinerja bisnis terus-menerus.

Kepemimpinan Tim Peningkatan kualitas (QIT)

  • Bertanggung jawab untuk keberhasilan kinerja yang tercantum dalam Master improvement Story
  • Mendesain agenda pertemuan yang benar (efektif dan efisien)
  • Menegaskan dan menyelesaikan isu-isu penurunan kenerja yang muncul
  • Menghilangkan hambatan-hambatan untuk peningkatan kinerja
  • Menyebarluaskan hasil-hasil peningkatan kinerja ke seluruh organisasi secara visual

Kepemimpinan Individu Berkualitas (TQP)

  • Belajar terus-menerus sebagai kebiasaan pribadi
  • Bersikap proaktif
  • Menyelesaikan masalah-masalah agar meningkatakan kinerja yang tercantum dalam Master Improvement Story
  • Membangun jaringan kerja (networking)
  • Bekerja untuk kesepakatan menang-menang (Win-win Agreements)